Gorontalo Matangkan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Progres Persiapan Capai 67 Persen
Gorontalo — Kepala Badan Perakitan Modernisasi Pertanian (BRMP) Wilayah Gorontalo menghadiri Rapat Finalisasi Aset Tanah Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang diselenggarakan oleh Gubernur Gorontalo pada Rabu, 29 April 2026. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam memastikan kesiapan lahan sebagai salah satu komponen utama dalam implementasi program hilirisasi ayam di daerah.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Peternakan, Dinas Ketahanan Pangan, serta perwakilan dari Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Boalemo sebagai lokasi prioritas pelaksanaan program. Sejumlah instansi teknis lainnya juga hadir untuk memberikan masukan sesuai dengan kewenangan masing-masing.
Dalam rapat tersebut dibahas perkembangan tahapan persiapan program hilirisasi ayam terintegrasi yang telah menunjukkan progres signifikan. Tahapan yang dimaksud meliputi penyusunan studi kelayakan (feasibility study), penugasan Danantara, pelaksanaan groundbreaking, kerja sama sewa lahan, pengurusan perizinan, serta proses pemilihan mitra usaha. Secara keseluruhan, capaian tahapan tersebut telah mencapai rata-rata 67 persen. Hal ini menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak dalam mempercepat realisasi program strategis tersebut.
Selain itu, rapat juga menyoroti perkembangan penyusunan data dukung ekosistem hilirisasi ayam terintegrasi di lima provinsi, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Kalimantan Timur, dan Lampung. Data yang dihimpun mencakup jumlah peternak, populasi ayam ras pedaging dan petelur, ketersediaan silo, pabrik pakan, rumah potong hewan unggas (RPHU), unit pengolahan, hingga sarana penunjang lainnya. Hingga saat ini, capaian penyusunan data dukung tersebut telah mencapai sekitar 60 persen dan menjadi dasar penting dalam perencanaan pengembangan ekosistem terintegrasi.
Dari sisi investasi, PT Berdikari direncanakan akan mengambil peran utama dalam pembangunan unit usaha sektor hulu dan hilir peternakan ayam dengan skema investasi penuh. Namun, realisasi investasi tersebut masih menunggu persetujuan dari pemegang saham. Di sisi lain, peluang kemitraan juga terbuka bagi pelaku usaha, baik yang baru maupun yang telah eksisting, untuk berpartisipasi dalam pengembangan ekosistem ini melalui kerja sama terintegrasi bersama PT Berdikari–ID Food.
Komitmen pengembangan program ini sebelumnya telah diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Direktur Utama ID Food/PT RNI dan Gubernur Gorontalo pada 5 Maret 2026 di Kantor Danantara. Kesepakatan tersebut menjadi tonggak awal kolaborasi antara pemerintah daerah dan BUMN dalam mendorong pengembangan sektor peternakan berbasis industri.
Berdasarkan data per 28 April 2026, Provinsi Gorontalo memiliki potensi besar dalam mendukung program ini. Tercatat terdapat 418 peternak ayam ras dengan total populasi mencapai 1.890.376 ekor. Selain itu, terdapat 156 unit kandang kosong dengan kapasitas 390.925 ekor yang berpotensi dimanfaatkan. Dukungan sektor hilir juga terlihat dari keberadaan 40 unit RPHU/TPHU, 17 unit pabrik pengolahan, 29 unit silo berkapasitas 50.300 ton, serta 56 gudang dengan kapasitas 97.150 ton, yang turut didukung oleh 84 unit sarana penunjang lainnya.
Melalui sinergi lintas sektor dan dukungan berbagai pihak, program hilirisasi ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo diharapkan dapat segera terealisasi dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan nilai tambah, efisiensi rantai pasok, serta kesejahteraan peternak.